Apa Itu Mezzanine? Pengertian Mezzanine dalam Desain Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Dalam dunia arsitektur modern, kita mengenal ada istilah mezzanine. Bagi orang awam, mezzanine tentu terasa asing meski sebenarnya ini bukanlah hal baru. Mezzanine berasal dari kata dalam bahasa Italia, mezzo, yang berarti bagian tengah. Secara singkat, mezzanine adalah ruang atau lantai tambahan dalam satu lantai.

Mezzanine diciptakan untuk membuat ruangan berlantai dua tanpa perlu menambah jumlah lantai bangunan secara keseluruhan. Karena dalam satu ruangan ada ‘dua’ lantai, maka struktur bangunan bermezzanine biasanya lebih tinggi, bisa mencapai 4-5 meter lebih (bangunan biasa standarnya 3 meter).

Membuat mezzanine menjadi pilihan yang murah bagi banyak orang jika dibandingkan membuat rumah dua lantai yang membutuhkan perbesian dan cor yang tak main-main. Mezzanine bisa dibuat dengan berbagai material, tak melulu harus cor. Konstruksinya mudah dan tak menambah banyak biaya.

Mezzanine yang terletak di bagian atas bisa difungsikan menjadi banyak ruangan. Umumnya mezzanine digunakan sebagai kamar tambahan, ruang santai seperti ruang keluarga atau ruang nonton TV, balkon indoor, atau ruang kerja. Mezzanine memberi kesan lapang dan terbuka pada rumah. Pasalnya, jarak antara plafon dan lantai bawah lebih tinggi dari rata-rata, sehingga rumah terkesan lebih tinggi dan luas. Apalagi mezzanine bukanlah bangunan atas penuh yang menutup seluruh lantai atas, melainkan lebih banyak memanfaatkan void.

Mezzanine
Via: Rooang

Ruangan yang berada di bawah mezzanine bisa dipergunakan seperti biasa, entah untuk ruang tamu, ruang keluarga, atau dapur. Hanya saja ketinggiannya tidak standar 3 meter, melainkan hanya sekitar 2,5 meter. Ada beberapa bahan yang umum digunakan untuk membangun lantai mezzanine, antara lain beton, kayu, dan baja. Semua material memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Mezzanine dari bahan beton tentu lebih kuat dan tahan lama, namun biaya konstruksinya lebih mahal. Sedangkan mezzanine dari bahan kayu dan baja tidak sekuat beton, tapi lebih irit biaya. Pemilihan bahan pembuat mezzanine harus dipikirkan sejak awal sebelum memulai konstruksinya. Desainnya pun harus ditentukan sejak awal.

Namun apabila Anda sudah terlanjur membuat rumah bertinggi standar dan tiba-tiba ingin menambah ruang mezzanine, Anda masih bisa memaksakannya. Caranya adalah membongkar plafon untuk menambah ketinggian ruang mezzanine. Plafon yang dibongkar tersebut bisa diganti dengan plafon bentuk lain yang sesuai, mengikuti kemiringan atap.

Baca juga :

Setelah mezzanine dibangun dan konstruksinya sudah dipastikan kuat, maka Anda tinggal mempercantiknya dengan banyak cara. Bila Anda menggunakan kayu, maka Anda bisa melapisi lantainya dengan karpet. Perhatikan pula ventilasi atas agar ruangan mezzanine Anda tidak panas. Aturlah sedemikian rupa agar sirkulasi udara dalam rumah berjalan lancar.

Mezzanine tidak hanya menambah ruangan, tapi jika dikerjakan dengan benar justru bisa menambah keindahan rumah Anda. Mezzanine kini semakin banyak diadopsi oleh rumah-rumah modern di lahan terbatas yang dihuni kaum milenial. Anda juga bisa menggabungkan konsep split level dengan mezzanine untuk membuat rumah Anda semakin unik, fungsional, dan bernilai estetika tinggi.

Apakah Anda tertarik membuat rumah mezzanine?

Harga Mezzanine dan Panggung Besi, (Terbaru) di Jakarta dan Sekitarnya

Mau bikin kanopi membrane, awning dengan kualitas terbaik harga kompetitif? Klik WA 0813 8176 8179 atau info detail  www.solusiruma.com