Baiknya Pakai Arsitek dan Kontraktor yang Berbeda atau Sekaligus Desain dan Bangun?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Bagi sebagian orang, Arsitek dan Kontraktor tentunya sudah tidak asing lagi bagi dunia pembangunan. Selain itu, ada juga Design and Built yang merupakan perusahaan atau perorangan yang sama-sama memiliki tanggung jawab mulain dari konsep desain, prancangan, hingga semua proses pambangunan selesai. Baik Arsitek maupun Kontraktor, manakah yang lebih baik? Apakah lebih baik menggunakan kedua jasa yang berbeda atau langsung memakai Design and Built? Berikut ini beberapa penjelasannya.

 

1. Pengertian Design and Build

Hasil gambar untuk Design and Build
Bagi orang yang masih awam, design and build adalah orang yang bertugas sebagai Arsitek dan juga Kontraktor sekaligus. Padahal sebenarnya mereka belum tentu satu orang yang sama. Arsitek dan Kontraktor disini akan saling bekerjasama, dimana Arsitek sebagai Design sedangkan Kontraktor sebagai Build nya. Dalam hal ini bisa jadi Design dan Build merupakan satu orang yang sama, mungkin karena perusahaan atau proyek yang mereka kerjakan masih kecil atau karena faktor lainnya. Namun bisa juga Designer dan Builder merupakan orang yang berbeda, tetapi masih dalam satu naungan atau satu nama perusahaan yang sama.

 

2. Keuntungan dan kerugian menggunakan Design and Build yang sama

Hasil gambar untuk tender building
Keuntungan yang bisa didapatkan jika menggunakan Design and Built diantaranya dapat memperkecil kesalahan selama proses pembangunan karena sudah saling mengetahui pemikiran satu dengan yang lainnya. Selain itu, terjalin komunikasi yang jauh lebih baik antara design and built bersama klien, sehingga nantinya bisa menghasilkan desain yang sesuai dengan keinginan. Lalu waktu dalam tahapan desain juga nantinya akan lebih singkat karena keduanya biasa saling membantu, sehingga klien akan lebih praktis dalam memantau tahap demi tahapannya.
Kerugian menggunakan Design and Built adalah adanya kompromi yang dilakukan oleh keduanya, sehingga pengembangan desainpun juga akan ikut terhambat. Meski tidak semuanya, namun ada beberapa Designer dan Builder yang bekerjasama secara “tidak sehat”, sehingga klien lah yang kena imbasnya. Bisa jadi kualitas bahannya diturunkan, atau harga material yang jauh lebih mahal karena kurangnya pengetahuan klien mengenai harga-harga material bangunan.

 

3. Keuntungan dan kerugian menggunakan Arsitek dan Kontraktor yang berbeda

Hasil gambar untuk architect and Contractor
Berbeda dengan menggunakan Design and Build yang sama, Jika menggunakan Arsitek serta Kontraktor yang berbeda, proses pengerjaannya akan mebih maksimal. Baik itu konsep desain yang dipaparkan Arsitek sebagai seorang yang profesional, maupun proses pembangunan yang dilakukan oleh Kontraktor. Selain itu, dengan adanya Arsitek dan Kontraktor yang berbeda, maka sistem pengawasannyapun akan lebih maksimal karena melibatkan 3 pihak yaitu klien, Arsitek, dan Kontraktor. Bahkan Arsitek bisa menjelaskan kepada klien beberapa tips supaya tidak “dinakali” oleh pihak kontraktor bila nantinya benar melakukan tindakan tersebut.
Meski terdengar memiliki banyak keuntungan, menggunakan tips ini juga memiliki kerugian diantaranya mengenai waktu yang tentuny akan lebih lama bila dibandingkan dengan menggunakan Design and Built. Selain itu proses pembangunan juga bisa tertunda karena adanya perbedaan pendapat antara Arsitek dan Kontraktor, atau adanya kontrak perjanjian yang kurang jelas.

Mau bikin kanopi membrane, awning dengan kualitas terbaik harga kompetitif? Klik WA 0813 8176 8179 atau info detail  www.solusiruma.com