Membangun Rumah Tahap 2 : Saat Berkenalan dengan Arsitek

Setelah Anda membaca persiapan dalam membangun rumah tahap 1 yaitu saat sebelum bertemu dengan Arsitek, postingan kali ini akan membahas persiapan membangun rumah ketika sudah bertemu dengan Arsitek. Sebagai seorng klien, memiliki rumah sesuai dengan ekspektasi desain sangatlah penting. Oleh karena itu, tips ini bisa dijadikan referensi Anda dalam proses membangun rumah ketika bertemu dengan Arsitek perancang.

 

1. Ungkapkan desain rumah yang Anda inginkan secara lengkap kepada Arsitek.

Hasil gambar untuk architecture

Sama seperti konsultan lain, ketika bertemu Arsitek sebaiknya seorang klien perlu memaparkan keinginan desain rumah secara lengkap. Arsitek perancang yang baik akan mendengarkan ide desain serta keluh kesah yang Anda alami. Misalnya dalam hal keamanan, kenyamanan, dan kesehatan atau dalam istilah-istilah gaya Arsitektur seperti gaya kontemporer, minimalis, rustic, scandinanvian, dan lain sebaainya. Selain itu, sebagian orang telah mengenal Fengshui atau Primbon Jawa. Dari aturan-aturan itulah maka Arsitek juga bertugas untuk memilah dan menjelaskan bagaimana dampak desain bila dihubungkan dengan kepercayaan tersebut.

Biasanya setelah berkonsultasi Arsitek tersebut akan memberikan solusinya, bisa berupa ide desain yang ada di angan-angan sang klien atau memberikan masukan dari ide-ide tersebut sehingga muncul ide baru yang lebih inovatif. Sebagia seorang klien, Anda jangan sungkan untuk menanyakan semuanya yang belum diketahui mengenai desain bangunan. Selain itu, Anda juga jangan ragu untuk mengulang dan menjelaskan kembali ide desain Anda jika Arsitek tersebut masih belum memahami konsep desain Anda.

 

2. Jelaskan kepada Arsitek mengenai hobi Anda beserta penghuni rumah lain dengan lengkap.

Gambar terkait
Setiap orang belum tentu memiliki hobi yang sama, apalagi jika itu didalam satu rumah. Oleh karena itu, untuk menyalurkan hobi setiap peghuni rumah maka perlu ada ruangan khusus di dalam rumah itu. Misal Ibu memiliki hobi menjahit, maka perlu ruang khusus menjahit. Atau ayah dan anak yang senang mengoleksi mainan, maka perlu ruangan khusus untuk meletakkan mainan-mainan tersebut. Dari permasalahan itulah salah satu yang paling efektif adalah dengan berkonsultasi kepada Arsitek.
Dengan berkonsultasi, Arsitek akan menganalisis kebutuhan ruang dari setiap hobi yang dimiliki oleh penghuni rumah. Analisis tersebut bisa dari ukuran ruangan hingga lebar sirkulasi yang nyaman ketika melakukan aktivitas hobi tersebut. Dengan begitu, fungsi ruangan di dalam rumah akan lebih efisien dan nantinya tidak ada lagi ruangan yang kurang atau ruangan yang kelebihan.

 

3. Buat list apa saja yang ingin ditnyakan kepada Arsitek.

Hasil gambar untuk architect consultation
Jika Anda baru pertama kali dan masih bingung saat akan bertemu dengan Arsitek, maka lebih baik Anda perlu mencatat dan mendata apa saja yang ingin ditanyakan kepada Arsitek. Salah satu hal yang bisa Anda catat adalah mengenai:
Bagaimana kualitas kerja Arsitek, berapa lama waktu pengerjaan yang dilakukan Arsitek selama proses desain hingga perancangan, serta berapa banyak biaya yang perlu dikeluarkan jika memakai jasa Arsitek itu. Karena setiap Arsitek memiliki tarif yang berbeda-beda, tergantung dari kualitas serta pengalaman kerja yang telah ia lakukan.

0 responses on "Membangun Rumah Tahap 2 : Saat Berkenalan dengan Arsitek"

Leave a Message

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Perusahaan platform arsitek, kontraktor, desain interior, bengkel las, jasa pembuatan pintu besi, kanopi, pagar dan teralis, tiang bendera stenlis, kandang burung, kitchen set, dan keperluan rumah lainnya. Perusahaan ini pengembangan dari ArsitekPro yang kemudian diubah nama brand nya menjadi solusiruma.com

Alamat Kantor Pusat

Jl. Raya Ps. Minggu KM 18 Kav. 1B Ruko 1C
Kalibata, Jakarta Selatan 12740

Telepon : 021-791 884 10

WA Bella : 0813 8176 8179 (Jam 08.30-17.00 WIB)

WA : 087 88 6846 700 (Jam 19.00 – 21.00 WIB)

top