Kesalahan-kesalahan dalam Membuat Taman Vertikal yang Harus Dihindari

Banyak orang yang pada awalnya sangat tertarik dengan konsep vertical garden, lalu berusaha membuatnya di rumah tanpa perencanaan yang matang. Akibatnya, taman vertikalnya menjadi tak menarik, banyak tanaman mati, dan pada akhirnya semakin terbengkalai. Dalam berkebun, perencanaan adalah hal yang penting dan itu seringkali diabaikan oleh para pemula.

Kesalahan-kesalahan dalam membuat taman vertikal berikut wajib dihindari jika Anda ingin taman Anda awet dan selalu terlihat cantik dari waktu ke waktu.

Tidak mempertimbangkan struktur penyangga

Taman vertikal membutuhkan struktur penyangga yang kuat, baik dari segi platform maupun frame. Untuk platform, hindari pemilihan dinding yang sudah rapuh karena berpeluang ambruk ketika digantungi berbagai jenis tanaman. Sedangkan untuk frame, sebisa mungkin pilihlah material yang tahan lama seperti besi dan aluminium. Kayu dan bambu memang menarik dan memberi kesan alami, namun kurang tahan panas dan hujan.

Baca Juga: Jenis-jenis Penyangga Tanaman untuk Taman Vertikal

Tidak menghitung berat tanaman dan media tanam

Menggantung atau menempelkan pot berisi tanaman dan media tanam tetap butuh pertimbangan. Pemilihan pot yang tipis dan terlalu kecil adalah kesalahan yang sering terjadi. Pot semacam itu tidak akan kuat menahan beban tanah dan tanaman yang terus tumbuh. Ukuran tanaman juga berbeda, demikian pula dengan beratnya. Bila tanaman Anda terlalu besar atau pot yang Anda pasang terlalu banyak, maka bebannya akan semakin berat dan berpotensi merusak bingkai penyangganya.

Membuat di tempat yang kurang strategis

taman vertikal cantik
Via: Pinterest

Taman vertikal sebenarnya memiliki fungsi estetika yang lebih tinggi dari taman biasa. Artinya, sebisa mungkin taman vertikal Anda harus dibuat seindah mungkin agar bisa menjadi daya tarik di rumah Anda. Pemilihan tempat yang kurang strategis akan mengurangi fungsi estetikanya. Orang jadi tak bisa menikmati dan bahkan akan mengabaikan taman vertikal cantik yang sudah susah payah Anda buat. Jadi pikirkan dengan matang di mana Anda akan menaruh taman vertikal Anda.

Membuat di area yang kurang cahaya

Nyaris semua tanaman butuh cahaya matahari, dan bila Anda membuat taman vertikal di tempat yang miskin cahaya, maka kesehatan tanaman Anda akan terganggu. Kebanyakan tanaman hias daun dan bunga membutuhkan banyak cahaya, tapi bukan terpaan sinar matahari yang terlalu intens. Paparan cahaya matahari amat mempengaruhi tumbuh kembang tanaman, dan ini yang perlu Anda perhatikan sebelum membuat taman vertikal.

Salah pilih tanaman

Tak semua jenis tanaman cocok dijadikan tanaman vertikal. Amat direkomendasikan Anda memilih tanaman jenis rambat dan gantung karena cocok dengan konsep vertical gardening. Kebanyakan tanaman gantung tidak berukuran besar dan relatif ringan, jadi tidak akan membebani struktur penyangga secara keseluruhan. Tanaman jenis sayuran hijau dan buah kecil seperti stroberi cocok untuk taman vertikal, sedangkan tanaman hias berdaun lebar sebaiknya tidak dijadikan bagian dari taman vertikal.

Kurang perawatan

Taman jenis apapun membutuhkan perawatan dasar seperti penyiraman. Tanpa air yang cukup, tanaman akan sulit hidup dan bisa mati. Jangan sepelekan penyiraman tanaman karena ini berhubungan langsung dengan ‘nyawa’ tanaman Anda. Kurangnya perawatan lain seperti pemupukan juga harus dihindari. Pemberian insektisida dan pestisida sesekali juga perlu untuk menghindari serangan hama.

Pada prinsipnya, segala kesalahan dalam berkebun juga berlaku dalam taman vertikal, jadi Anda harus benar-benar memperhatikan poin-poin di atas. Jangan sampai Anda awalnya begitu semangat membangun taman vertikal namun akhirnya justru terbengkalai. Rawatlah taman Anda dengan baik agar bisa menambah keindahan dan keasrian hunian Anda.

Harga Mezzanine dan Panggung Besi, (Terbaru) di Jakarta dan Sekitarnya

Mau bikin kanopi membrane, awning dengan kualitas terbaik harga kompetitif? Klik WA 0813 8176 8179 atau info detail  www.solusiruma.com