Membangun Rumah Tahap 1: Apa yang disiapkan sebelum bertemu Arsitek?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on email

Membuat rumah yang sesuai dengan keinginan pemiliknya merupakan idaman bagi sebagian besar orang. Sebagai bagian dalam proses desain bangunan, proses pemikiran-pemikiran desain awal atau masih dalam proses angan-angan ingin merancang rumah ini sudah termasuk bagian dalam proses perancangan Arsitektur. Dari peikiran-pemikiran itu, ada kalanya beberapa orang akan merasa bingung karena harus memulai proses perancangan desain itu dari mana. Ada yang saking bingungnya malah justru langsung asal memilih Arsitek tanpa persiapan yang cukup matang. Hasilya, desain rumah yang tadinya menjadi impian Anda justru sangat berbeda 180 derajat. Bisa jadi, penyebabnya karena kurangnya komunikasi atau persiapan yang matang baik dari Anda maupun dari Arsitek perancang. Nah sebelum Anda bertemu dengan Arsitek perancang, Anda sebaiknya perlu mempersiapkan tahaan-tahapan seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

 

1.Datalah terlebih dahulu jumlah orang yang nantinya akan menghuni rumah tersebut

Gambar terkait

Sebelum mulai merancang desain bangunan, sebaiknya Anda perlu memperhatikan jumlah orang yang akan mendiami rumah Anda. Tidak hanya orang, bahkan hewan-hewan peliharaan yang akan tinggal di rumah tersebut juga perlu dipertimbangkan. Selain itu, Anda juga perlu mendata berapa saja usia mereka, sehingga Arsitek yang akan merancang nantinya akan mengetahui seberapa besar luasan yang dibutuhkan untuk setiap fungsi dari masing-masing orang tersebut. Misalnya, untuk anak-anak tentunya perlu ruangan khusus seperti ruang bermain. Sehingga perlu desain khusus dalam perancangannya supaya furniture atau material interior lainnya dapat aman ditangan anak-anak.

 

2.Bagaimana pola hidup penghuni rumah yang sesuai dengan karakter

Hasil gambar untuk architect

Pola hidup masing-masing orang juga akan mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah rancangan rumah. Anda bisa membuat bagan kegiatan rutin penghuni dari bangun pagi hingga tidur malam. Dengan begitu, Anda akan mengetahui ruangan-ruangan apa saja yang secara langsung melibatkan sebagian besar orang yang menghuni tempat tersebut atau ruangan-ruangan yang membutuhkan privasi antara satu orang dengan orang lainnya. Jadi untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan bersamaan, Anda bisa meletakkannya di tengah-tengah sirkulasi atau dalam satu aliran.

 

3.Tanyakan pada anggota lain mengenai hobi mereka

Gambar terkait

Hal ini juga merupakan salah satu poin penting dalam tahapan merancang bangunan. Setiap orang pasti memiliki kegemarannya masing-masing. Kegemaran-kegemaran itulah yang nantinya bisa disalurkan. Dari situ pula maka rancangan rumah itu membutuhkan ruangan khusus untuk menyalurkan hobi.

 

4.Rumah Anda juga bisa berfungsi sebagai kegiatan lain loh

Hasil gambar untuk architect ask

Bagi Anda yang memiliki kegiatan padat, Anda bisa merancang rumah Anda dengan multi-fungsi. Maksudnya, selain sebagai rumah untuk istirahat dan santai, Anda juga bisa menambahkan fungsi kerja. Jadi di dalam rumah Anda juga bisa sekaligus sambil bekerja. Namun dalam hal ini Anda perlu memperhatikan jalur sirkulasi antara ruang yang privat dengan ruang untuk publik, mengingat fungsi ruang kerja ini juga bisa berhubungan langsung dengan orang luar. Dengan begitu, Anda dan orang lain yang menghuni rumah tersebut akan merasa nyaman dan tidak merasa terganggu.

Mau bikin kanopi membrane, awning dengan kualitas terbaik harga kompetitif? Klik WA 0813 8176 8179 atau info detail  www.solusiruma.com